Terminologi pengertian Ilmu Interaksi Manusia dan Komputer
1. Ilmu Interaksi Manusia dan
Komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendesain,
mengevaluasi, dan mengimplementasikan sistem komputer yang interaktif sehingga
dapat digunakan oleh manusia dengan mudah.
2. Tujuan dari pemahaman
aspek-aspek suatu Interaksi Manusia dan Komputer agar dicapai suatu
kondisi yang senyaman mungkin ketika seseorang harus bekerja di depan
komputer untuk selang waktu yang cukup lama.
3. Untuk menghasilkan suatu
interface yang baik dalam sebuah perancangan, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan :
o Merefleksikan Model Mental
User,
Merefleksikan kombinasi pengalaman dunia riil, pengalaman dari software lain dan
penggunaan komputer secara umum.
o Explicit and Implicit
Action. Explicit
Action adalah kondisi yang jelas dalam memberikan petunjuk untuk
memanipulasi suatu obyek. Sementara Implicit Action adalah kondisi yang
hanya memberikan kesan visual untuk memanipulasi obyek.
o Direct Manipulation, User mendapatkan
dampaknya dengan segera setelah melakukan suatu aksi
o User Control, mengijinkan user
mengontrol dan menginisialisasi aksi.
o Feedback and Communication, Selalu memberitahukan
user apa yang terjadi dari suatu aksi.
o Consistency, User dapat mentransfer
pengetahuan dan kemampuan dari suatu aplikasi ke aplikasi lain.
o WYSYWIG (What You See Is
What You Get), Tidak ada perbedaan antara yang dilihat di layar dengan
hasil outputnya.
o Aesthetic Integrity, Informasi diorganisasikan
dengan baik dan konsisten dengan prinsip desain visual yang baik.
o Robustness, Menggunakan kata-kata
yang bersahabat.
o Protection, User akan tetap merasa
nyaman ketika dia melakukan kesalahan, misal ketika user melakukan deleting atau
menghapus files tanpa sengaja tidaklah menjadi kekacauan yang berarti karena
misal ada recovery tools seperti undo, recycle bin, dll.
o Ease Of Learning And Ease
Of Use,
Kemudahan dalam mengoperasikan software hanya dengan memandangi atau belajar
beberapa jam saja.
o Flexibility, Contoh adanya menu,
hotkey, atau model dialog yang lainnya.
o Product compatibility, Sebuah aplikasi yang
bertopengkan antarmuka harus sesuai dengan sistem aslinya
- Work flow compatibility, Jangan sampai user mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya karena user mengalami kebingungan ketika urutan pekerjaan yang ada pada sistem manual tidak ditemukan pada software yang dihadapinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar